SELAMAT DATANG DI TANGKASMU. NIKMATI SENSASI YANG MENYENANGKAN BERMAIN BOLA TANGKAS DENGAN HTML 5 TECHNOLOGY - MAINKAN LANGSUNG TANPA PERLU DOWNLOAD DAN INSTALL APLIKASINYA !! BERMAIN DIMANA PUN MENJADI LEBIH CEPAT DAN AMAN.

Tuesday, March 30, 2021

Begini Penjelasan Radikalisme yang Erat Dikaitkan dengan Terorisme

 

Ilustrasi, sumber foto: Istimewa


Kata radikalisme sering diartikan sebagai pemahaman yang menyimpang. Istilah tersebut sering digunakan untuk merujuk pada pemahaman atau perilaku individu yang telah melakukan tindakan destruktif atas nama agama.


Padahal, dengan keluarnya UU No. 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme, istilah radikalisme menjadi dasar bagi aparat penegak hukum.


Apakah penggunaan kata radikalisme benar? Mari kita bahas bersama.


Menafsirkan radikalisme dalam etimologi


Secara bahasa, mengutip laman online kbbi.kemendikbud.go.id, radikalisme berasal dari kata radikal yang artinya secara fundamental (sampai kepada hal yang prinsip); sangat keras menuntut perubahan; maju dalam berpikir dan bertindak.


Sedangkan kata radikalisme berarti ideologi atau aliran radikal dalam politik; ideologi atau aliran yang menginginkan perubahan sosial dan politik melalui kekerasan; sikap ekstrim dalam aliran politik.


Dalam Kamus Ilmiah Populer yang ditulis oleh Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry terbitan Arkola Surabaya, radikal berarti merujuk pada akar sesuatu; tegas dalam bertindak. Kamus ini juga memuat kata radiks yang artinya akar; pangkal.


Adapun radikalisme didefinisikan sebagai pemahaman politik negara yang membutuhkan perubahan besar dalam mencapai suatu tingkat kemajuan.


Menafsirkan radikalisme versi BNPT


Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) punya cara sendiri dalam menafsirkan terorisme. Menurut lembaga ini, radikalisme adalah sikap yang menginginkan perubahan total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis melalui kekerasan. Singkatnya, radikalisme adalah cikal bakal terorisme.


BNPT memiliki beberapa cara untuk mengidentifikasi individu yang menganut radikalisme. Pertama, mereka tidak toleran atau tidak mau menghormati pendapat dan kepercayaan orang lain.


Kedua, mereka fanatik atau selalu merasa benar sendiri dan menganggap orang lain salah. Kemudian, mereka menjadi eksklusif atau membedakan diri dari umat lainnya. Akhirnya, mereka revolusioner atau cenderung menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan.


Menafsirkan radikalisme versi jaringan Gusdurian


Menurut Koordinator Jaringan Gusdurian Nasional, Alissa Wahid, radikalisme adalah pemahaman yang keluar dari pakem yang lazim. Dalam konteks ke-Indonesiaan, pakemnya adalah hidup damai dengan mereka yang berbeda pemahaman dan kepercayaan.


“Pakem kita juga bersaudara, saling membantu. Sehingga radikal adalah ketika dia menawarkan hal yang berbeda dari pakem ke-Indonesiaan,” ujarnya.


Alissa juga menjelaskan tentang derajat radikalisme. “Mereka yang melihat suku lain secara berbeda, secara eksklusif, itu sudah radikal dalam taraf yang sederhana menurut saya. Kalau yang sudah berbuat sewenang-wenang, itu sudah bahaya,” ujarnya.

Situs Bolatangkas Online | Bandar Tangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Tangkasmu

No comments:

Post a Comment

')