Ilustrasi, sumber foto: Pinterest
Merujuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kekerasan seksual di Indonesia terhadap perempuan dan anak sangat mencemaskan dan mengkhawatirkan, karena secara statistik terus meningkat.
Pelecehan seksual yang sering terjadi adalah penyalahgunaan kekuasaan atau kewenangan. Saat ini, pelecehan seksual tidak hanya tentang seks. Namun, lebih dari itu.
Pelecehan seksual saat ini dapat berupa tindakan psikis atau isyarat belaka yang melambangkan seksualitas, menimbulkan ketidaknyamanan, menimbulkan rasa takut, menyinggung korban dan menimbulkan perasaan traumatis. Untuk mengetahui beberapa jenis pelecehan seksual yang ada, simak ulasannya di bawah ini!
1. Pelecehan yang dilakukan untuk mengganggu privasi
Pelecehan ini dikategorikan sebagai pelecehan psikologis atau emosional. Perilaku pelecehan dalam kategori ini dilakukan dari laki-laki kepada perempuan melalui serangan mental yang masif. Misalnya, pria yang selalu meminta keluar makan malam dengan paksa, mengirim surat terus-menerus dan menelepon tanpa henti, meski ditolak.
Ketika pelaku ditolak, dia akan mengeluarkan celaan seksual untuk menjelekkan wanita tersebut. Perlakuannya sangat emosional karena keinginannya tidak diindahkan oleh wanita yang diincarnya selama ini.
2. Aktivitas seksual paksa karena strata kekuatan
Pelecehan ini biasanya terjadi di dunia kerja antara atasan dan bawahan. Atasan memiliki penilaian sendiri tentang karyawan mana yang menurutnya memiliki nilai "lebih", tentu saja dalam hal daya tarik seksual.
Kemudian, karena bos mengetahui bahwa ia memiliki kekuasaan di kantornya, maka ia dengan berani akan meminta bawahan pilihannya untuk melakukan hubungan seksual, guna memenuhi hasrat seksual pribadinya. Jika keinginannya tidak dijamin, maka bawahan harus siap menerima konsekuensi berupa evaluasi pekerjaan yang buruk, pemecatan, pemotongan gaji sepihak atau lebih buruk lagi, menerima ancaman pembunuhan.
3. Penyalahgunaan oral dan non-oral
Ini termasuk pernyataan dan perilaku seksis yang menghina atau merendahkan, seperti komentar yang memiliki pesan yang menyinggung, baik melalui gambar atau tulisan, dan membuat lelucon atau candaan yang memberikan pandangan merendahkan seseorang. Banyak orang tidak menyadari bahwa tindakan mereka termasuk dalam kategori ini.
Jenis pelecehan ini tidak harus antara perempuan dan laki-laki, tetapi bisa juga terjadi pada sesama jenis. Kasus pelecehan ini bisa terjadi karena perasaan tersinggung oleh pernyataan salah satu pihak atau perasaan harga dirinya diinjak-injak pihak lain.
4. Pelecehan yang dilakukan dengan memanfaatkan ketidakberdayaamu
Pelecehan ini biasanya terjadi di masyarakat luas baik di dunia kerja, persahabatan maupun keluarga. Bentuk pelecehan tersebut berupa pemberian layanan seksual yang dilakukan secara terbuka.
Kejadian ini bisa terjadi karena ada kesepakatan yang telah disepakati antara kedua belah pihak, dimana pihak lain tidak boleh mengetahuinya. Pelaku berani melakukan perbuatan keji ini karena merasa sangat berjasa dalam membantu korban dan tahu betul bahwa korban dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan seksualnya.
5. Memberi isyarat menggoda
Pelecehan ini dilakukan dengan memberikan nada atau isyarat seksual. Tanda-tanda tersebut antara lain seperti mengedipkan mata berulang kali, memberi simbol melalui jari, menjilat bibir, bersiul atau melakukan cat calling.
Sikap tersebut diperlihatkan kepada wanita yang lewat di depannya. Pasti pernah kan kaum wanita mengalami hal ini saat melewati kerumunan lelaki?
6. Doxing
Istilah doxing belum umum di telinga orang. Namun perlu kamu ketahui, disini jumlah korban akibat aksi tersebut sudah banyak sekali. Doxing adalah istilah di mana informasi pribadimu di media sosial diambil dan disebarluaskan tanpa sepengetahuanmu dan mendapatkan izinmu.
Biasanya pelaku menggunakan akun palsu hanya untuk mencapai tujuan tersebut. Tentunya data yang sudah didapat nantinya akan dijadikan konten kriminal. Misal, jika fotomu diedit menjadi video porno, kamu juga bisa mendapatkan sms atau percakapan melalui aplikasi Whatsapp untuk diminta melayani hasrat seksual.
7. Defamation
Defamation adalah upaya mencemarkan nama baik seseorang yang dilakukan secara berkelompok, bisa juga dalam konteks seksual. Tindakan tersebut dilakukan dengan cara menyerang media sosial target, dengan meninggalkan komentar negatif seperti memberikan review buruk, hingga memfitnah korban. Tindakan ini dapat menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, bisa orang biasa, tokoh masyarakat dengan pengaruh tertentu, artis, atau pejabat politik
8. Pelecehan dengan menyentuh bagian tubuh
Pelecehan ini merupakan jenis pelecehan yang paling parah karena pelaku berani menyentuh, merasakan dan melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan atau siapapun korbannya. Pelaku dengan sengaja dan sadar menyentuh organ vital lawan jenis. Kejadian seksual ini sering kita jumpai atau dengar dari media massa, misalnya karena terjadi di tempat umum saat menggunakan moda transportasi massal.
Nah itulah beberapa bentuk pelecehan seksual yang sering terjadi belakangan ini. Pelecehan dapat menyerang korban secara langsung atau tidak melalui media sosial.
Dengan penjelasan di atas diharapkan kita semakin sadar akan lingkungan dan hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Jika kamu sudah merasakan salah satu atau lebih dari poin-poin di atas, jangan pernah menyalahkan diri sendiri karena ini akan menyebabkan depresi dan tidak membantu dalam menghadapi keadaan tersebut.
Cobalah untuk menceritakan apa yang terjadi setidaknya pada lingkaran terdekatmu seperti keluarga dan teman. Dengan begitu akan meringankan beban yang kamu rasakan dan menemukan cara terbaik untuk menyelesaikan kasus yang menimpamu.
Situs Bolatangkas Online | Bandar Tangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Tangkasmu

No comments:
Post a Comment