SELAMAT DATANG DI TANGKASMU. NIKMATI SENSASI YANG MENYENANGKAN BERMAIN BOLA TANGKAS DENGAN HTML 5 TECHNOLOGY - MAINKAN LANGSUNG TANPA PERLU DOWNLOAD DAN INSTALL APLIKASINYA !! BERMAIN DIMANA PUN MENJADI LEBIH CEPAT DAN AMAN.

Wednesday, July 7, 2021

Rutan Depok Ajarkan Warga Binaan Proses Pembuatan Kopi

 

Ilustrasi. Rutan Depok. ANTARA/Feru Lantara

TANGKAS MURumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1 Depok punya cara tersendiri dalam membina Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) selama menjalani masa hukumannya. WBP diberikan pengembangan kapasitas dan keterampilan selama menjalani hukumannya di Rutan Depok

Kepala Rutan Kelas 1 Depok, Anton mengatakan, pihaknya sering membina WBP dalam bentuk keterampilan. Bimbingan ini meningkatkan kemampuan WBP saat menjalani hukumannya.

“Pembinaan yang kami berikan salah satunya pembuatan kopi sachet,” kata Anton, Depok, Senin, 7 Juni 2021.

Ajarkan proses pembuatan kopi

Anton menjelaskan, kopi merupakan salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia. Melihat potensi tersebut, Rutan Kelas 1 Depok memberikan arahan kepada WBP bagaimana cara membuat kopi yang enak dan bisa dinikmati.

“Kami memberikan pembinaan mulai dari cara pencucian, pengeringan, pengolahan, hingga membuat kemasan,” ujarnya.

Anton mengatakan bahan pembuatan biji kopi diambil dari Bogor dan Lampung sebagai salah satu sentra penghasil biji kopi pilihan. Nantinya, kopi terlebih dahulu dicuci dengan air mengalir hingga masuk ke proses pengeringan.

"Kopi akan dikeringkan dengan cara dijemur di bawah terik matahari selama tiga sampai lima jam," katanya.


Kopi digiling menggunakan mesin buatan WBP

Anton mengatakan, biji kopi yang telah dijemur dan dipastikan tidak memiliki kadar air akan disaring dan digiling. Uniknya, biji kopi tersebut digiling menggunakan mesin buatan WBP.

“WBP sendiri yang membuat mesin giling untuk biji kopi,” ujarnya.

Anton mengatakan, biji kopi yang sudah dipastikan tidak ada airnya digiling hingga halus sehingga menjadi bubuk kopi.

"Iya, biji kopi yang tergiling dengan sempurna kami pisahkan untuk selanjutnya masuk ke proses produksi," katanya.


Melatih kesabaran WBP

Anton mengatakan, dalam proses pengemasan, WBP melakukannya secara manual dan tidak menggunakan mesin. Hal ini dikarenakan keterbatasan mesin yang dibutuhkan WBP dalam pengolahan kopi.

“Walaupun begitu, WBP dapat melatih kesabaran, keuletan dalam berusaha, serta kerjasama tim dalam bekerja,” kata Anton.

Anton mengatakan hasil olahan WBP akan dipasarkan di koperasi atau internal Rutan Kelas 1 Depok. Satu sachet seberat 25 gram dijual seharga Rp. 1.500.

Berbekal pembinaan tersebut, diharapkan WBP setelah menjalani hukuman mampu mengimplementasikan kemampuannya di masyarakat.

“Pembinaan yang sudah didapat dari Rutan Depok, WBP dapat membuka wirausaha setelah selesai menjalani hukuman,” pungkas Anton.

No comments:

Post a Comment

')