SELAMAT DATANG DI TANGKASMU. NIKMATI SENSASI YANG MENYENANGKAN BERMAIN BOLA TANGKAS DENGAN HTML 5 TECHNOLOGY - MAINKAN LANGSUNG TANPA PERLU DOWNLOAD DAN INSTALL APLIKASINYA !! BERMAIN DIMANA PUN MENJADI LEBIH CEPAT DAN AMAN.

Saturday, August 21, 2021

300 Orang Lebih Pengguna Narkoba Direhabilitasi di BNNK Mojokerto

 

Sumber foto: SURYAOnline/febrianto ramadani


Tangkas Mu - Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto, AKBP Suharsi mengungkapkan penyalahgunaan narkotika terus meningkat setiap tahunnya, termasuk di masa pandemi COVID-19. Pengedar narkoba masih berkeliaran meski ekonomi masyarakat lesu akibat pandemi. Selama pandemi COVID-19, BNNK mencatat telah merehabilitasi ratusan pecandu narkoba.


“Dari awal sampai sekarang ada 300 orang lebih yang kita rehabilitasi,” kata Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi, saat dikonfirmasi, Minggu (27/6/2021).


Pasien rehabilitasi mayoritas adalah pelajar


Pada kesempatan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 di Gedung Pemerintah Kabupaten Jombang, Kamis (24/6/2021) lalu, Suharsi mengatakan, mereka yang menjalani rehabilitasi mulai dari pelajar hingga usia 50 tahun.


Sebagian besar pasien yang direhabilitasi berasal dari daerah Jombang. Seperti diketahui, wilayah cakupan BNNK Mojokerto berada di tiga wilayah, yakni Kabupaten dan Kota Mojokerto serta Kabupaten Jombang.


“Untuk yang terbanyak kirim (rehabilitasi) itu dari Jombang. Dari Jombang saja sampai detik ini sudah kirim sekitar 30 orang lebih untuk direhabilitasi. Mayoritas pelajar sampai dengan dewasa sampai dengan usia 50 tahun,” kata Suharsi.


BNNK menyebut gaya hidup salah kaprah


Lebih lanjut Suharsi mengatakan pasien yang direhabilitasi oleh BNNK Mojokerto adalah penyalahguna yang dulunya kurir dan sebagainya. Hanya saja saat ditangkap tidak ditemukan barang bukti.


"Macam-macam faktornya, mulai ingin percaya diri hingga meningkatkan stamina. Jadi istilahnya gaya hidup yang salah kaprah," ujarnya.


Jika ada masyarakat yang kecanduan narkoba dan ingin melakukan rehabilitasi bisa berinisiatif datang ke kantor BNNK Mojokerto dan gratis. Dia memastikan mereka tidak ditangkap.


“Jadi, yang direhabilitasi, ketika ditangkap petugas dia tidak sedang narkotika atau juga bisa berinisiatif sendiri datang ke kantor BNN untuk dilakukan rehabilitasi, tidak ditahan dan gratis,” ujarnya.


BNN fokus pencanangan desa bersinar


BNNK Mojokerto saat ini fokus pada program desa bersinar (bersih narkoba) sebagai upaya menekan peredaran narkoba, seperti yang dicanangkan di Jombang di Desa Candimulyo, Jombang, pekan lalu.


“Kita fokus saat ini desa bersinar. Jadi tidak semuanya dulu, harus pilot projek. Harapannya semua desa akan bergerak, Indonesia bisa bersih narkoba. Melalui desa bersinar kita berharap ada satu bentuk ikhtiar bisa menurun peredarannya," pungkasnya.


Bupati Jombang memberikan penghargaan atas pengungkapan kasus narkoba


Sementara itu, dalam rangkaian HANI 2021, Bupati Jombang Mundjidah Wahab memberikan penghargaan kepada Satres Narkoba Polres Jombang dan Lapas Kelas IIB Jombang atas keberhasilannya mengungkap kasus upaya penyelundupan narkoba ke Lapas Kelas IIB Jombang dalam dua tahun terakhir.


Yakni, menggagalkan penyelundupan ribuan butir pil koplo yang dimasukkan ke dalam buah salak pada Agustus 2020 lalu, kemudian sabu yang dilekatkan ke kerupuk September 2020 lalu, dan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam Lapas yang disembunyikan cabai pada Mei 2021 lalu.


Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Jombang, Munjidah Wahab kepada Kepala Satres Narkoba Polres Jombang, AKP Moch Mukid, Kepala Lapas IIB Jombang, Mahendra Sulaksana, disaksikan Kepala BNN Kota Mojokerto, AKBP Suharsih .


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, saya ucapkan terima kasih kepada anggota Satresnarkoba Polres Jombang yang telah berprestasi dalam ungkap kasus narkoba,” ujar Bupati Jombang Mundjidah.

No comments:

Post a Comment

')