SELAMAT DATANG DI TANGKASMU. NIKMATI SENSASI YANG MENYENANGKAN BERMAIN BOLA TANGKAS DENGAN HTML 5 TECHNOLOGY - MAINKAN LANGSUNG TANPA PERLU DOWNLOAD DAN INSTALL APLIKASINYA !! BERMAIN DIMANA PUN MENJADI LEBIH CEPAT DAN AMAN.

Saturday, August 14, 2021

Balai Kota Bogor Rencanakan Lockdown Satu Minggu usai 27 ASN Positif COVID-19


Ilustrasi, sumber foto: DiskominfoJepara


Tangkas Mu - Balai Kota Bogor dan kantor pemerintahan lainnya rencananya akan ditutup sementara mulai Rabu (23/6/2021).


Pasalnya, ada 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang dinyatakan positif COVID-19.


Pemkot Bogor dan beberapa kantor lainnya akan disterilisasi pada pekan depan atau hingga 28 Juni mendatang. Sedangkan ASN melakukan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah.


ASN Kota Bogor yang positif COVID-19 berasal dari 8 dinas


Kepala Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bogor yang juga merupakan Walikota Bogor, Bima Arya mengatakan, saat ini ASN semakin banyak terpapar. Data tersebut menunjukkan ada 27 ASN yang terpapar dari sekitar 8 dinas atau bagian di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.


“Untuk itu saya menginstruksikan untuk melakukan penutupan sementara Balai Kota dan kantor-kantor pemerintahan lainnya dengan melakukan work from home (WFH) hingga Senin, 28 Juni 2021,” kata Bima Arya, Selasa (22/6/2021).


Pelayanan perijinan dapat dilakukan secara online


Bima mengatakan, layanan DPMPTSP bisa diakses secara online. Sedangkan pelayanan Disdukcapil bisa melalui Kecamatan. Ia juga memerintahkan BPBD untuk melakukan sterilisasi atau desinfeksi di seluruh dinas.


Bima kembali mengingatkan warganya untuk tidak gegabah dan tetap menerapkan protokol kesehatan.


“Perkantoran lainnya di Kota Bogor melakukan penyesuaian sistem kerja bagi para karyawan masing-masing,” ujarnya.


Bima Arya meminta pihak rumah sakit menambah jumlah tempat tidur di ruang perawatan pasien COVID-19


Bima meminta seluruh rumah sakit rujukan pasien virus corona di Kota Bogor menambah jumlah ruang perawatan khusus Covid-19 di atas 30-35 persen dari total kamar tidur rumah sakit.


Hal ini menindaklanjuti surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor YR. 03.03 / III / 4643 / 2020 Perihal Peningkatan Pelayanan Pasien Covid-19. Salah satunya menyebutkan konversi tempat tidur untuk menyiapkan kapasitas ruang isolasi dan ICU pasien Covid-19 sesuai standar.


“Angka Covid-19 di Kota Bogor menunjukkan satu fase yang betul-betul memerlukan kerja lebih keras dari semua pihak. Lonjakan kasus Covid-19 begitu nyata. Saya garis bawahi, selain konversi tempat tidur, rumah sakit dihimbau untuk menyampaikan laporan secara riil time. Target kita satu yaitu menambah fasilitas tempat tidur di rumah sakit sebesar 30-35 persen dan kedua tempat isolasi,” ujarnya.


No comments:

Post a Comment

')