SELAMAT DATANG DI TANGKASMU. NIKMATI SENSASI YANG MENYENANGKAN BERMAIN BOLA TANGKAS DENGAN HTML 5 TECHNOLOGY - MAINKAN LANGSUNG TANPA PERLU DOWNLOAD DAN INSTALL APLIKASINYA !! BERMAIN DIMANA PUN MENJADI LEBIH CEPAT DAN AMAN.

Friday, August 27, 2021

Kapolri Resmi Luncurkan Gerakan Vaksinasi Merdeka untuk Warga DKI

 

Tangkas Mu - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran meluncurkan Vaksinasi Merdeka dalam rangka mencapai target herd immunity menyambut Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus, peluncuran berlangsung di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (1/8/2021). (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri)


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi meluncurkan gerakan Vaksinasi Merdeka. Ini merupakan bagian dari strategi pencapaian target 70 persen vaksinasi COVID-19 pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2021.


Gerakan Vaksinasi Merdeka dilakukan di wilayah DKI Jakarta, mulai 1 hingga 17 Agustus. Sigit menargetkan gerakan ini dapat memvaksinasi 3,06 juta orang.


“Tadi targetnya tiga juta lebih yang akan divaksinasi dan di tanggal 17 Agustus vaksinasi untuk mencapai dosis pertama diikuti dosis kedua tercapai. Tentunya ini menjadi semangat yang dalam kesempatan ini saya apresiasi,” kata Sigit di Polda Metro Jaya dalam keterangan tertulis, Minggu (1/8/2021).


Vaksinasi Merdeka menyasar warga DKI Jakarta yang belum mendapatkan vaksin


Mantan Kapolda Banten itu mengatakan, kegiatan itu juga akan menyasar warga DKI Jakarta, terutama yang belum mendapat suntikan vaksin virus corona. Di sisi lain, Sigit berharap strategi percepatan vaksinasi massal ini dapat dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, terutama di wilayah aglomerasi yang saling mempengaruhi.


“Dan ini kami harapkan muncul dan bergelora di seluruh wilayah lain selain DKI, tapi saya apresiasi DKI dalam hal ini Polda Metro sebagai inisiatornya,” kata Sigit.


Strategi percepatan vaksinasi harus sampai ke tingkat RT/RW


Sigit mengungkapkan, strategi percepatan vaksinasi harus menyentuh lapisan masyarakat hingga tingkat RT/RW. Oleh karena itu, kata Sigit, diperlukan kekompakan dan organisasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan terkait.


“Sehingga target pemerintah untuk segera percepat herd immunity di Jakarta harapannya 17 Agustus. Di tempat lain juga saya harapkan bisa lakukan hal sama, atau segera menyusul sehingga kemudian kegiatan ini dalam upaya akselerasi wujudkan herd immunity betul-betul bisa dilaksanakan seluruh wilayah," kata Sigit.


Menurut Sigit, realisasi segera target percepatan vaksinasi juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mengingat kesehatan menjadi prioritas agar aktivitas dan perekonomian warga dapat bergerak di tengah pandemi COVID-19.


“Karena dua hal ini tak bisa dipisahkan. Namun kesehatan tentunya jadi salah satu faktor atau syarat mutlak. Sehingga seluruh aktivitas kegiatan masyarakat bisa berjalan,” ujarnya.


Kapolri mengingatkan masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan


Mantan Kapolri Bareskrim ini mengatakan, untuk menurunkan level pada PPKM, diperlukan kerja sama dan sinergi antara setiap pemangku kepentingan dan seluruh elemen masyarakat. Salah satunya adalah percepatan vaksinasi dan penegakan protokol kesehatan yang ketat.


“Oleh karena itu, kalau kita bersatu mau laksanakan kegiatan prokes secara kuat, kita laksanakan 3M atau 5M, kemudian rekan-rekan laksanakan 3T secara kuat kemudian vaksinasi kami lakukan akselerasi maka tentunya akan ada asesmen-asesmen dari Kemenkes untuk turunkan level," kata Sigit.


Selain itu, Sigit kembali mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat, meski sudah disuntik vaksin. Apalagi tren harian di DKI Jakarta akhir-akhir ini sedang menurun. Hal ini, menurut Sigit, harus dipertahankan.


“Untuk dilapangan masyarakat yang sudah melaksanakan vaksin tetap protokol kesehatan, patuh terhadap masker, kami cegah laju pertumbuhan COVID-19. Alhamdulillah dalam beberapa hari ini terjadi penurunan khususnya di Jakarta, terjadi penurunan yang signifikan dan ini yang harus kita pertahankan. Syaratnya laksanakan prokes dan vaksinasi,” kata Sigit.

No comments:

Post a Comment

')