Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) didampingi Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kanan) dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soetta Darmawali Handoko (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pekerja bandara di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (24/3/2021).
Pemerintah telah mengizinkan mudik Lebaran tahun ini. Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta agar persoalan mudik diputuskan dengan hati-hati. Pasalnya, kasus COVID-19 biasanya meningkat secara signifikan setiap libur panjang.
Budi mengatakan saat ini kasus COVID-19 mengalami penurunan.
Tapi, "faktanya juga teman-teman harus tahu, kita sudah naik (kasus COVID-19) empat kali. Jadi saran saya sih teman-teman hati-hati," kata Budi saat mengunjungi vaksinasi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (24/3/2021).
Budi mengingatkan, setiap libur panjang, kasus COVID-19 meningkat hingga 50 persen
Budi mengingatkan, setiap ada libur panjang, kasus COVID-19 selalu meningkat, mencapai 30-50 persen.
“Saat ini, (mudik) sedang dalam kajian Menteri Perekonomian, saran saya teman-teman hati-hati, karena sayang ini sudah turun, namun keputusannya akan diumumkan secara spesifik oleh Pak Menko,” kata Menkes.
Gnose akan diterapkan di Bandara Soetta
Dalam kunjungan tersebut, Menkes Budi mengungkapkan, saat ini terdapat dua bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura II yang telah menerapkan Gnose sebagai alat rapid test untuk kebutuhan penerbangan, yaitu Bandung dan Palembang. Pemeriksaan dengan Gnose akan dilaksanakan pada 1 April 2021.
“Nanti Bandara Soekarno-Hatta lihat evaluasi dari dua bandara itu, karena kan berbeda flow penumpangnya, kalau memang memungkinkan diterapkan, maka akan diterapkan,” ujarnya.
Budi tidak berkeberatan dengan penggunaan Gnose sebagai alat rapid test, selain tes Antigen dan PCR, apalagi Gnose merupakan karya anak bangsa.
“Pada prinsipnya saya sebagai Menkes kalau semua alat testing dan vaksin bisa diproduksi di dalam negeri, saya prefer yang di dalam negeri. Catatannya, karena ini kaitannya dengan kesehatan dan keselamatan jiwa manusia, mesti dipastikan standar minimalnya terpenuhi,” ujarnya.
Menteri Kesehatan meminta kepada karyawan PT Angkasa Pura II untuk membawa lansia untuk divaksinasi di Bandara Soekarno-Hatta
Hingga saat ini, 9.200 karyawan PT Angkasa Pura II yang bertugas sebagai frontliner di Bandara Soekarno-Hatta telah divaksinasi. Jumlah tersebut hampir rampung dengan total 25.000 karyawan yang menjadi sasaran vaksinasi.
“Saya melihat ini langsung, prosesnya rapi dan efisien, saya bilang ke Pak Awal (Direktur Utama PT Angkasa Pura II), boleh diperpanjang, nanti vaksinnya ditambah tapi dengan kondisi harus bantu kita vaksinasi lansia (lanjut usia)," jelasnya.
Menkes juga meminta PT Angkasa Pura II memberikan vaksinasi kepada keluarga karyawan yang memiliki lansia. Hal ini agar target vaksinasi lansia dapat diselesaikan lebih cepat.
“Dari data kita di Indonesia, dari satu juta yang sudah terpapar, lansia cuma 10 persen atau sekitar 100 ribuan, tapi yang wafat 50 persen, jadi lansia itu mudah tertular, mudah masuk RS, mohon maaf mudah check-out (meninggal) juga," kata Menkes Budi.
Ia berharap, setelah vaksinasi selesai dan ada langkah menghadapi libur panjang Idul Fitri 2021, kasus COVID-19 di Indonesia tidak meningkat lagi.
Situs Bolatangkas Online | Bandar Tangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Tangkasmu

No comments:
Post a Comment