SELAMAT DATANG DI TANGKASMU. NIKMATI SENSASI YANG MENYENANGKAN BERMAIN BOLA TANGKAS DENGAN HTML 5 TECHNOLOGY - MAINKAN LANGSUNG TANPA PERLU DOWNLOAD DAN INSTALL APLIKASINYA !! BERMAIN DIMANA PUN MENJADI LEBIH CEPAT DAN AMAN.

Tuesday, April 6, 2021

Kemenkes Sebut 8,6 Juta Penduduk Indonesia Sudah Dapatkan Vaksin Pertama

 

Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada karyawan hotel penerima vaksin di Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Selasa (2/3/2021). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)


Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 8.629.182 orang Indonesia telah menerima dosis pertama vaksinasi COVID-19. Sementara 4.014.401 warga sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua.


“Kami akan terus tambah kapasitas vaksinasi sehingga dapat mencapai kekebalan kelompok atau sekitar 181,5 juta penduduk Indonesia,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Dr. Siti Nadia Tarmizi MEpid seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (4/4/2021) malam.


Nadia mengatakan target vaksinasi tahap satu dan dua adalah 40.349.049 warga.


Cakupan dosis pertama di Indonesia lebih baik daripada di Eropa


Nadia mengatakan cakupan dosis pertama di Indonesia mencapai 21,33 persen. Pencapaian ini lebih tinggi dari negara-negara di kawasan Eropa. Menurut WHO, negara-negara di kawasan Eropa masing-masing memiliki cakupan kurang dari 10 persen.


Meski begitu, Kementerian Kesehatan terus mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk mensukseskan program vaksinasi COVID-19.


Lansia berisiko tiga kali lebih besar


Nadia mengatakan, kelompok orang yang berusia di atas 60 tahun memiliki risiko kematian dan morbiditas tiga kali lebih besar dibandingkan populasi kelompok lain. Sementara itu, hanya 8 persen lansia yang mendapat vaksinasi.


“Ada beberapa kendala terkait usia di atas 60 tahun untuk mengakses pos-pos pelayanan vaksinasi, mungkin dikarenakan masih adanya rasa takut para lansia untuk keluar dari rumah dan melakukan aktivitas di luar rumah,” ujarnya.


Lansia mendapat prioritas


Nadia juga mengatakan keterbatasan fisik para lansia menjadi faktor lain yang menyebabkan mereka tidak divaksinasi. Selain itu, keterbatasan registrasi secara elektronik juga menjadi penyebab lain.


Meski begitu, Nadia tetap mengingatkan para lansia jika mendapat prioritas untuk vaksinasi COVID-19. Karena itu dia meminta masyarakat mengundang anggota keluarga yang berusia di atas 60 tahun untuk melakukan vaksinasi.

Situs Bolatangkas Online | Bandar Tangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Tangkasmu


No comments:

Post a Comment

')