Sumber : Istimewa
TANGKAS MU - CEO Tokopedia William Tanuwijaya dan CEO GoTo Grup Andre Soelistyo terang-terangan terkait proses merger Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo Grup.
Dalam sebuah acara bertajuk NSS di YouTube CXO Media, mereka juga memaparkan alasan di balik pemilihan nama GoTo sebagai nama dari merger dua perusahaan itu.
William Tanuwijaya mengatakan GoTo diambil dari nama Gojek dan Tokopedia, kemudian gotong-royong dengan mengambil 4 huruf depan yaitu Go-to yang menjadi semangat merger dua perusahaan ini.
"Kemudian falsafah dari if you want go fast, go alone. If you want go far, go together. Ini kayak jodoh saja. Namanya dikombinasikan, semangat di baliknya dikombinasikan. Tujuannya dikombinasikan dengan satu nama yang sama," terang William Tanuwijaya dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu 9 Juni 2021.
"Terus kita juga mau go public kalau bisa dual listing di luar negeri juga. Jadi orang-orang mengidentifikasi ini sebagai GoTo Company," imbuhnya.
Selain itu, William Tanuwijaya juga menuturkan sebenarnya kolaborasi antara Tokopedia dengan Gojek telah berlangsung sejak tahun 2015 lalu. Karenanya lewat merger kali ini, Gojek dan Tokopedia kedepannya ingin go far dan memutuskan untuk go together.
Sementara itu, CEO GoTo Grup Andre Soelistyo mengatakan kedua perusahaan memang sudah naksir sejak lama. Akan tetapi pembicaraan serius baru dilakukan pada Desember 2020 silam, setelahnya disepakati untuk menggabungkan kedua perusahaan.
"GoTo itu holding company yang memayungi Gojek dan Tokopedia. Masing-masing produk masih berjalan sesuai operasi sehari-hari. Kita tidak mau mengubah banyak nanti jalannya bukan makin cepat dan jauh tetapi malah lambat dan pelan," ujar Andre.
Andre Soelistyo mengungkapkan ketika hari peluncuran manajemen Gojek dan Tokopedia mengumpulkan 7.000 karyawan kedua perusahaan untuk memperkenalkan nama perusahaan baru ini.
"Pas kita sharing slide pertama seleksi nama penggabungan kita melampirkan nama penggabungan. Nomor kedua dalam slide kita lampirkan nama Tokek karena populer banget, ini buat lucu-lucuan saja. Kemudian ada Gogopedia hingga Tokojek. Tetapi sejak awal memang namanya GoTo," terang Andre Soelistyo.


No comments:
Post a Comment